jpnn.com, JAKARTA - CEO sekaligus Inventor Asiana Technologies, Poltak Sitinjak menilai perlunya kebijakan untuk mendorong perluasan jangkauan penggunaan energi baru terbarukan di industri.
Poltak menyatakan pihaknya mendorong peningkatan permintaan pasar terhadap produk bahan bakar alternatif hasil pengolahan sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Hingga saat ini, penggunaan bahan bakar dari sampah tersebut masih terbatas pada segmen pabrik semen, seperti Indocement, Solusi Bangun Indonesia (SBI), dan Semen Indonesia Group.
"Nah ini menarik nih. Kebijakannya kita dorong supaya rasio penggunaan energi baru terbarukannya dinaikkan," kata Poltak di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Poltak mengusulkan agar industri yang masih bergantung pada batubara mulai beralih menggunakan campuran energi terbarukan hingga 40 persen.
Peningkatan rasio penggunaan ini dinilai otomatis akan mendongkrak permintaan pasar terhadap bahan bakar olahan sampah secara nasional.
"Itu yang harus didorong, bagaimana pemerintah meningkatkan rasio penggunaan energi baru terbarukan di pabrik semen," tuturnya.
Selain sektor semen, Poltak menjelaskan pihaknya juga menyasar industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai calon pengguna potensial di masa depan.








































