jpnn.com, JAKARTA - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan berpotensi terbawa hingga ke negara tetangga.
Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh pergerakan angin.
"Karena terbawa angin," kata Ardhasena kepada wartawan, Senin (24/8).
Menurut dia, asap karhutla dapat bergerak mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi.
Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah Indonesia berpotensi mencapai kawasan negara lain.
"Angin musiman yang rutin terjadi," ujarnya.
Ardhasena mengatakan langkah penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Ini dikoordinasikan oleh BNPB," katanya.









































