jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Zulfikar Hamonangan menyoroti persoalan industri pupuk nasional yang dinilai belum pernah benar-benar tuntas, terutama terkait ketergantungan impor bahan baku dan distribusi pupuk kepada petani. Hal itu ia sampaikan saat kunjungan spesifik ke fasilitas produksi milik PT Pupuk Kujang yang merupakan bagian dari holding pupuk negara PT Pupuk Indonesia.
Zulfikar mengatakan setiap rapat antara Komisi VI DPR RI dengan manajemen perusahaan pupuk pelat merah selalu membahas persoalan yang sama dari waktu ke waktu. Menurutnya, masalah utama terletak pada ketergantungan terhadap bahan baku impor.
“Setiap kali rapat dengan PT Pupuk Indonesia, persoalannya selalu saja sama dan tidak pernah selesai. Salah satunya adalah masalah impor bahan baku,” kata Zulfikar dalam video yang dilihat, Kamis (12/3).
Politikus Fraksi Demokrat itu menilai selama Indonesia belum mampu memproduksi bahan baku pupuk secara mandiri, maka persoalan dalam industri pupuk nasional akan terus berulang.
“Selama kita tidak mampu memproduksi bahan baku secara nasional, kita akan terus tergantung pada luar negeri. Persoalan ini tidak akan pernah selesai,” ujarnya.
Zulfikar juga mengingatkan bahwa ketergantungan tersebut membuat industri pupuk nasional rentan terhadap dinamika geopolitik global. Ia mencontohkan ketegangan internasional yang berpotensi mempengaruhi rantai pasok bahan baku.
“Ketika terjadi geopolitik seperti perang antara Amerika Serikat dengan Iran, kita hanya menunggu waktu. Kalau perang ini berkepanjangan, kita juga akan kesulitan menentukan harga pupuk yang akan dijual,” katanya.
Menurutnya, masalah tersebut bahkan bisa terus terjadi meski terjadi pergantian manajemen perusahaan maupun anggota DPR.










































