jpnn.com - JAKARTA - Perekonomian Republik Indonesia menunjukkan kinerja solid di tiga bulan pertama 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Triwulan I-2026.
BPS menyatakan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 3.447,7 triliun, dan atas dasar harga berlaku (ADHB) Rp 6.187,2 triliun.
"Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (5/5).
Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi tercatat terkontraksi 0,77 persen (quarter-to-quarter/qtq) dibandingkan Triwulan IV-2025.
Amalia menjelaskan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 2,94 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 juga ditopang komponen PMTB (pembentukan modal tetap bruto) dengan pertumbuhan 1,79 persen, sementara konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan 1,26 persen,” ungkap Amalia.
Dia memerinci kinerja konsumsi rumah tangga Triwulan I-2026 terutama didorong meningkatnya mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan, seperti Nyepi dan Idulfitri.










































