BPS: Triwulan I 2026, Pertumbuhan Ekonomi Terkontraksi 0,77%

2 hours ago 14

 Triwulan I 2026, Pertumbuhan Ekonomi Terkontraksi 0,77%

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti memberikan keterangan pers di Kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta, Selasa (5/5). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 (year-on-year/yoy) sebesar 5,61 persen.

“Secara triwulanan pertumbuhan ekonomi tercatat terkontraksi sebesar 0,77 persen (quarter-to-quarter/qtq) dibandingkan triwulan IV 2025,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam rilis BPS di Jakarta, Selasa (5/5).

Amalia menjelaskan Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 2,94 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 juga ditopang komponen PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) dengan pertumbuhan sebesar 1,79 persen, sementara Konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan 1,26 persen,” kata Amalia.

Amalia memerinci, kinerja Konsumsi Rumah Tangga triwulan I 2026 terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idulfitri.

Selain itu, berbagai kebijakan pengendalian inflasi serta stimulus yang digelontorkan pemerintah turut mendorong konsumsi, antara lain diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen.

BPS juga pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran restoran dan hotel yang tumbuh 7,38 persen, seiring meningkatnya kegiatan wisata selama periode liburan.

Selain Konsumsi Rumah Tangga, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh solid sebesar 5,96 persen. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 (year-on-year/yoy) sebesar 5,61 persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |