jpnn.com, JAKARTA - Peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026 berlangsung cukup meriah. Ribuan buruh hadir.
Kehadiran Presiden Prabowo di Monas sebagai lokasi perayaan May Day itu mendapat sambutan antusias para buruh.
Terlihat para buruh dan Presiden Prabowo sangat melebur dalam acara tersebut. Namun, ada jawaban buruh yang mengejutkan saat Presiden bertanya soal Makan Bergizi Gratis (MBG), bermanfaat apa tidak". Para buruh menjawab spontan, "Tidak."
Jawaban para buruh tersebut memunculkan banyak tanggapan, hingga Tokoh Buruh Andi Gani mengklarifikasi bahwa itu terjadi merupakan jawaban buruh yang masih lajang alias belum menikah.
Pengamat Komunikasi Politik Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih, Selasa (5/5/2026), menyampaikan kejadian tersebut merupakan problem tim komunikasi Presiden sehingga manfaat salah satu program unggulan Presiden itu tidak dimengerti oleh kalangan buruh.
"Dalam banyak kesempatan dengan media saya selalu mengatakan bahwa program Presiden Prabowo itu bagus, hanya saja tidak bisa diterjemahkan dengan cara komunikasi yang baik oleh tim komunikasi hingga menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Buktinya dalam acara hari buruh tersebut," ujar Frans.
Menurut Frans, ucapan Andi Gani bahwa yang berteriak tersebut adalah buruh yang masih lajang hingga belum merasakan manfaatnya, kurang tepat.
"Sebagai tokoh buruh seharusnya tidak menyampaikan seperti itu. Karena baik lajang ataupun sudah menikah apabila buruh sudah mengerti maksud program MBG pasti mereka akan melihat manfaat dari program tersebut," ungkap Frans.










































