jpnn.com, JAKARTA - Polemik visa menjelang Piala Dunia 2026 kembali memanas. Kali ini, FIFA angkat bicara setelah Omar Artan, wasit asal Somalia yang masuk daftar pengadil resmi turnamen, ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Kasus tersebut langsung memicu kekhawatiran mengenai kesiapan tuan rumah dalam menerima peserta dan ofisial dari berbagai negara.
Banyak pihak mempertanyakan apakah persoalan serupa bisa mengancam kelancaran Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengakui insiden yang menimpa Artan merupakan kabar yang sangat disayangkan.
Namun, dia menegaskan FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan imigrasi maupun keputusan aparat perbatasan suatu negara.
"Kami terus berusaha mencari solusi, tetapi FIFA bukan pihak yang bisa memerintah pemerintah atau otoritas imigrasi."
"Kami hanya dapat melakukan yang terbaik untuk membantu," ujar Infantino dalam konferensi pers menjelang kick-off Piala Dunia 2026 di Mexico City, Rabu (10/6/2026) waktu setempat.
Omar Artan sejatinya berpeluang mencetak sejarah sebagai wasit pertama Somalia yang bertugas di Piala Dunia.







































