jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh bandar udara di wilayah Flores dan sekitarnya, Nusa Tenggara Timur, tetap beroperasi normal pascagempa bumi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyatakan seluruh bandar udara tetap melayani penerbangan guna mendukung mobilisasi masyarakat, distribusi bantuan logistik, hingga penanganan pascabencana dengan memprioritaskan keselamatan.
"Terhadap area-area yang berpotensi memiliki risiko, kami melakukan mitigasi dengan membatasi akses pengguna jasa pada area tersebut, tanpa mengganggu kelancaran operasional penerbangan," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Kendati pemantauan menemukan kerusakan pada sejumlah fasilitas terminal, perkantoran, dan menara pengawas, seluruh dampak tersebut langsung ditangani melalui langkah mitigasi terpadu.
Di Bandara Komodo, Labuan Bajo, pembersihan terminal telah rampung dan menara pengawas kembali beroperasi normal setelah sebelumnya sempat menggunakan perangkat komunikasi portabel akibat kerusakan pada fasilitas gedung dan taxiway.
Sementara itu, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende menerapkan rencana darurat dengan memindahkan kendali komunikasi lalu lintas udara ke Watchroom Gedung PKP-PK akibat keretakan pada struktur menara.
Adapun di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, perbaikan struktur serta pembatasan akses diberlakukan pada area dinding kaca lantai dua yang rusak, sementara kegiatan navigasi dan penerbangan tetap berjalan lancar.
Pemeriksaan pada sisi udara Bandara Frans Sales Lega di Ruteng juga menunjukkan kondisi aman untuk penerbangan, seiring berjalannya evaluasi kerusakan fasilitas arsitektur terminal serta ruang perkantoran.









































