jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan untuk mewaspadai ancaman El Nino pada 2026 karena fenomena itu meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dia mengatakan ancaman El Nino pada 2026 juga perlu diwaspadai, karena lebih tinggi dari fenomena 2015.
"Hari ini lebih tinggi dari 2015," kata Menhut Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Diketahui, El Nino pada 2015 mengakibatkan karhutla berskala besar sampai mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
Saat itu, sekitar 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar. Kondisi tersebut berdampak ke operasional bandara, aktivitas perdagangan, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga layanan kesehatan.
Raja Juli mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan kondisi iklim bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Termasuk, kata Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, pemerintah berusaha mengantisipasi dampak El Nino terhadap potensi karhutla.
"Ini data dari BMKG yang kami selalu koordinasi. Sampai pagi ini saya terus berkoordinasi dengan BMKG,” lanjut Raja Juli.









































