jpnn.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan kelurahan memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara penyerahan penghargaan kepada pemenang Lomba Jaksa Garda Desa/Kelurahan di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/2).
Penghargaan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap desa/kelurahan yang telah tertib dalam pengelolaan keuangan.
Selain Wali Kota Agustina Wilujeng, acara tersebut juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang Andhie Fajar Arianto, Sekretaris Daerah Kota Semarang, serta beberapa perwakilan instansi dari pihak terkait.
“Kelurahan merupakan ruang di mana pemerintah hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Agustina dalam keterangannya, Rabu (18/2).
Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan merupakan inisiatif Kejaksaan Agung bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri yang menjadi bagian dari Program Jaga Desa sebagai upaya dalam pengawalan pembangunan desa.
Melalui program ini, Pemkot Semarang berharap seluruh kelurahan semakin berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap perencanaan dan penggunaan anggaran, hingga meminimalisir kesalahan kecil demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik berkualitas.
“Karena ada lomba, sehingga prosesnya itu didampingi oleh teman-teman dari kejaksaan. Ini saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kajari yang menginisiasi, agenda program ini dan di tahun depan akan ditambah slotnya menjadi dua kali di tiap semester sehingga terjaga, teman-teman lurah ini kemungkinan untuk melakukan kesalahan itu lebih menjadi kecil," ujar Agustina.











































