jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyampaikan tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
"Mudik bukan sekadar pulang kampung. Ini adalah momentum strategis untuk memupuk persatuan dan toleransi, terutama ketika para perantau bertemu kembali dengan keberagaman di daerah asal," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3).
Pemerintah memprediksi pergerakan pemudik tahun ini mencapai 155 juta orang.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 21,97 juta pergerakan pemudik dalam sehari.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, 76,24 juta orang akan menggunakan mobil pribadi, dengan 50,63 juta di antaranya melintasi jalan tol.
Di sejumlah titik, kendaraan roda dua masih mendominasi.
Di DIY tercatat 129.194 sepeda motor masuk wilayah tersebut pada awal arus mudik, Sabtu (14/3).
Menurut Lestari, Program Mudik Gratis yang diinisiasi sejumlah pihak, baik swasta maupun pemerintah merefleksikan nilai-nilai toleransi dan kekeluargaan antarsesama anak bangsa.










































