jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan belanja negara akan dimaksimalkan lewat strategi fiskal.
Hal itu mengingat pada periode tersebut tidak ada faktor musiman seperti hari besar keagamaan yang biasanya mendorong konsumsi.
Oleh karena itu, momentum pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 akan dijaga melalui belanja pemerintah.
"Untuk pertumbuhan di triwulan II memang salah satu yang kami akan genjot adalah belanja pemerintah," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).
Airlangga menjelaskan sejumlah stimulus telah disiapkan pemerintah. Di antaranya pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) dengan alokasi sekitar Rp 55 triliun.
Selain itu, akselerasi bantuan pangan akan digencarkan pada April hingga Juni 2026 dengan menjangkau 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah juga memastikan keberlanjutan subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 yang mencapai Rp 356,8 triliun.
"Kebijakan fiskal akan dioptimalkan untuk menjaga momentum pencapaian target pertumbuhan dan menjadi buffer terhadap gejolak global," jelasnya.









































