jpnn.com - BANDUNG - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan kesiapannya untuk melakukan translokasi satwa dilindungi dan endemik di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) secara bertahap ke lembaga konservasi terdekat.
Langkah ini diambil apabila belum ada kejelasan pengelola baru Bandung Zoo.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jabar Andri Hansen Siregar mengatakan langkah tersebut menjadi opsi untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan satwa, khususnya jenis yang dilindungi.
"Langkah pertama, kami akan menyelamatkan satwa dilindungi ke lembaga konservasi khusus dan lembaga konservasi umum terdekat, yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa secara lebih spesifik," kata Hansen dalam keterangannya, Rabu (6/5).
Menurutnya, langkah translokasi dilakukan semata-mata untuk penyelamatan satwa, sekaligus memastikan kesejahteraan dan kondisi kesehatan tetap terjamin meski dipindahkan.
Direktorat Jenderal KSDAE, lanjut dia, telah melakukan inventarisasi sejumlah lembaga konservasi, baik umum maupun khusus, seperti pusat penyelamatan satwa khusus primata, mamalia besar, hingga karnivora.
"Lembaga yang dipilih sudah melalui penilaian dan verifikasi, serta memiliki predikat pengelolaan yang baik," ujarnya.
Dia menambahkan, translokasi tersebut juga telah mendapatkan persetujuan dan saat ini tinggal menunggu arahan pelaksanaan teknis di lapangan.









































