jatim.jpnn.com, SURABAYA - Universitas Terbuka (UT) Surabaya memperluas kerja sama dengan lima sekolah di Kota Pahlawan sebagai lokasi pelaksanaan ujian tatap muka maupun ujian online. Langkah tersebut dilakukan untuk mengakomodasi sekitar 42 ribu mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang berlaku selama lima tahun.
Lima sekolah yang menjadi mitra baru yakni SMAN 17 Surabaya, SMPN 17 Surabaya, SMPN 35 Surabaya, SMKN 3 Surabaya, dan SMK PGRI 13 Surabaya.
Direktur UT Surabaya Dr Suparti mengatakan kapasitas kampus tidak memungkinkan seluruh mahasiswa mengikuti ujian di satu lokasi.
"Mahasiswa kami sekitar 42 ribu orang. Gedung yang kami miliki tentu tidak mampu menampung seluruh peserta ujian. Karena itu kami harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah sebagai lokasi pelaksanaan ujian," ujar Suparti usai penandatanganan kerja sama, Jumat (24/7).
Menurut dia, pola kemitraan tersebut juga diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Setiap daerah rata-rata memiliki empat hingga lima sekolah mitra. Bahkan, jumlahnya bisa mencapai 10 lokasi di daerah dengan populasi mahasiswa besar seperti Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, dan Sidoarjo.
Suparti menjelaskan perjanjian kerja sama berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
"Kerja sama ini menjadi dasar administrasi dan legalitas penyelenggaraan ujian. Setelah lima tahun akan diperbarui kembali apabila sekolah masih bersedia menjadi mitra," katanya.









































