jpnn.com - “Nyatanya, seperti biasa, mereka yang haus kuasa” Lirik lagu TIGOR dari Kelompok
Penerbang Roket ini terasa begitu relevan dengan situasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) hari ini.
Para elite di dalamnya kerap menjelma sebagai "tikus goreng"—penguasa jabatan yang serakah dan tega melecehkan kepentingan publik demi ambisi pribadi.
Klaim sebagai "Rumah Juang" yang seharusnya mempererat solidaritas kini justru bergeser menjadi sekadar alat pencari keuntungan segelintir orang.
Melalui kacamata Martin Heidegger tentang Das Sein dan Das Man, para kader yang seharusnya merdeka menjadi subjek otentik (Das Sein) justru digiring seperti domba menjadi Das Man oleh para elite.
Mereka direduksi sekadar menjadi objek statistik, angka pelengkap legitimasi, atau suara yang diperebutkan demi melanggengkan kekuasaan.
Konflik dualisme dan perang legalitas elite GMNI saat ini sudah berada di titik benar-benar membosankan.
Di saat para elite sibuk bersilat lidah demi selembar SK, realitanya komisariat di bawah justru berjalan pincang dan mati suri.

















































