Potret Buram Komunikasi Elite GMNI

1 hour ago 11

Oleh: Nadya Amara - Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Bung Karno Dan Pengurus DPD GMNI DKI Jakarta

Potret Buram Komunikasi Elite GMNI

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Bung Karno Dan Pengurus DPD GMNI DKI Jakarta Nadya Amara. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com - “Nyatanya, seperti biasa, mereka yang haus kuasa” Lirik lagu TIGOR dari Kelompok

Penerbang Roket ini terasa begitu relevan dengan situasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) hari ini.

Para elite di dalamnya kerap menjelma sebagai "tikus goreng"—penguasa jabatan yang serakah dan tega melecehkan kepentingan publik demi ambisi pribadi.

Klaim sebagai "Rumah Juang" yang seharusnya mempererat solidaritas kini justru bergeser menjadi sekadar alat pencari keuntungan segelintir orang.

Melalui kacamata Martin Heidegger tentang Das Sein dan Das Man, para kader yang seharusnya merdeka menjadi subjek otentik (Das Sein) justru digiring seperti domba menjadi Das Man oleh para elite.

Mereka direduksi sekadar menjadi objek statistik, angka pelengkap legitimasi, atau suara yang diperebutkan demi melanggengkan kekuasaan.

Konflik dualisme dan perang legalitas elite GMNI saat ini sudah berada di titik benar-benar membosankan.

Di saat para elite sibuk bersilat lidah demi selembar SK, realitanya komisariat di bawah justru berjalan pincang dan mati suri.

Konflik dualisme dan perang legalitas elite GMNI saat ini sudah berada di titik benar-benar membosankan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |