jpnn.com, JAKARTA - Riset DBS Foundation “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?' menunjukkan pergeseran demografi dengan penurunan fertilitas menuju 1,97 pada 2045 dan peningkatan populasi lansia menuju 20% pada 2045.
Lebih dari 80 persen rumah tangga lansia kini bergantung pada anggota keluarga yang bekerja akibat rendahnya partisipasi pensiun yang tercermin dari kesenjangan antara literasi (27,79 persen) dan inklusi dana pensiun (5,37 persen).
Memasuki fase masyarakat menua, DBS Foundation mengambil peran kolaboratif dalam mendorong ketahanan sosial finansial jangka panjang, membantu masyarakat membangun kesiapan sejak usia produktif menuju populasi menua yang mandiri, sehat, sejahtera dan bermakna.guna memutus rantai ketergantungan antargenerasi.
DBS Foundation meluncurkan riset berjudul “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?” yang berlangsung di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dalam acara ini, tampak hadir Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MIDS; Artist, Entrepreneur and Founder of Cinta Laura Foundation Cinta Laura Kiehl, dan Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.
Riset ini menyoroti kesiapan Indonesia dalam menghadapi transisi demografi menuju populasi menua, dengan memanfaatkan bonus demografi saat ini sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masyarakat menua di masa depan.
Populasi menua (ageing society) artinya 10 persen populasi telah berusia di atas 60 tahun.
Di Indonesia, populasi lansia telah mencapai 12 persen di tahun 2025, dan diproyeksikan mencapai lebih dari 20 persen di tahun 2045 (BPS, 2025).

















































