jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengaku telah menerima pesan pribadi dari seorang WNI yang diduga bergabung ke militer Rusia dengan harapan dapat diteruskan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono.
Saat menyampaikan perkembangan kasus sekelompok WNI diduga bergabung sebagai tentara Rusia dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, Yvonne mengatakan pihaknya belum menerima surat resmi apapun dari mereka yang ditujukan kepada Menlu RI.
Namun, Yvonne kemudian mengungkapkan dirinya justru menerima pesan secara tertulis melalui aplikasi percakapan WhatsApp dari salah satu WNI tersebut.
“Ada satu pesan WhatsApp yang notabene berasal dari WNI tersebut yang masuk ke nomor pribadi saya sebagai juru bicara untuk disampaikan kepada menteri luar negeri,” kata dia.
Sayangnya, dia tak mengungkapkan rincian pengirim pesan tersebut maupun isi pesan yang disampaikannya.
Namun demikian, Yvonne memastikan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak dalam rangka memverifikasi identitas dan kondisi para WNI yang bergabung ke militer Rusia.
“Kami terus melakukan koordinasi erat dengan KBRI Moskow, KBRI Kiev, serta kementerian dan lembaga terkait untuk terus menelusuri dan memverifikasi secara komprehensif mengenai isu tersebut,” kata dia.
Jubir Kemlu menyampaikan bahwa pihaknya terus mempelajari proses perekrutan, kontrak kerja, satuan militer, lokasi penugasan, serta aktivitas para individu yang disebut bergabung ke tentara Rusia itu.

















































