jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Eddy Soeparno menyebut partainya mengusulkan ambang batas parlemen atau parlementary treshold dihapuskan.
Dia berkata demikian menjawab pertanyaan awak media terkait usul CSIS untuk menurunkan ambang batas parlemen dalam RUU Pemilu.
"Kami termasuk di antara partai yang dari dahulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif, ya," kata Eddy di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1).
Sebab, kata pria yang menjabat Wakil Ketua MPR RI itu, ambang batas membuat suara jutaan pemilih terakomodasi partai akibat gagal lolos ke Senayan.
"Itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta," kata Eddy.
Dia menuturkan partai yang memiliki suara kecil pada pemilu bisa membentuk fraksi gabungan, ketika ambang batas parlemen dihapuskan.
"Membentuk fraksi gabungan begitu, supaya apa? Ya, supaya masyarakat yang sudah memilih legislatornya maupun partainya, itu masih tetap bisa menyalurkan aspirasinya melalui anggota DPR ataupun partai yang dia pilih," kata Eddy.
Dia menuturkan fraksi di DPR tidak otomatis banyak dan bisa tetap terbatas ketika aturan terkait ambang batas parlemen diberlakukan.













































