jpnn.com, JAKARTA - Bentuk tubuh langsing ternyata tidak selalu menandakan seseorang terbebas dari kolesterol tinggi dan risiko penyakit kardiovaskular.
Orang dengan berat badan normal tetap dapat memiliki kadar kolesterol jahat atau LDL-C yang tinggi tanpa mengalami gejala tertentu.
Pesan tersebut disampaikan dalam sesi edukasi media yang digelar PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) di Jakarta.
Program edukasi itu bertujuan meluruskan anggapan bahwa penyakit kolesterol dan kardiovaskular hanya mengancam orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.
Kadar LDL-C dapat meningkat pada siapa saja, terlepas dari bentuk tubuhnya.
Seseorang dengan berat badan normal tetap berpotensi memiliki lemak visceral berlebih serta faktor risiko yang berkaitan dengan resistensi insulin, genetik, dan pola makan.
Kondisi tersebut semakin sulit dikenali karena dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah sering berkembang tanpa gejala yang terlihat maupun keluhan yang dapat dirasakan secara langsung.
"Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak menilai kondisi kesehatan hanya berdasarkan berat badan dan penampilan fisik. Kadar kolesterol perlu dipantau secara berkala melalui pemeriksaan darah," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI, Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, Kamis (23/7).











































