jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan daya saing pelaku usaha.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui edukasi fasilitas kepabeanan bagi eksportir, pendampingan industri kecil dan menengah (IKM), hingga layanan konsultasi ekspor dan sosialisasi pemberantasan rokok ilegal kepada masyarakat di berbagai daerah.
Di Manado, Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara menjadi narasumber dalam BRI North Sulawesi Global Trade Gathering 2026 bertajuk Empowering Export & Import Business yang digelar di Aston Hotel Manado pada Rabu (15/7)
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, sektor perbankan, dan pelaku usaha untuk membahas peluang perdagangan internasional serta berbagai dukungan pemerintah dalam meningkatkan daya saing ekspor.
Kepala Seksi Perizinan Fasilitas I Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Dody Ginting, menjelaskan berbagai fasilitas kepabeanan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, seperti Kawasan Berikat (KB), Gudang Berikat (GB), Pusat Logistik Berikat (PLB), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Dia memaparkan perkembangan positif kinerja ekspor Sulawesi Utara yang didukung layanan Direct Call dari Pelabuhan Bitung serta potensi komoditas unggulan daerah.
Selain itu, peserta dikenalkan dengan Portal UMKM Kemenkeu sebagai sarana pembinaan terpadu bagi UMKM agar semakin siap memasuki pasar global.
"Bea Cukai terus berkomitmen mendampingi pelaku usaha melalui penyediaan fasilitas kepabeanan, penguatan konektivitas logistik, serta pembinaan UMKM agar semakin banyak produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional," ujar Dody.












































