jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai investor asing merespons kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,5 persen dan penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) maupun surat berharga negara (SBN) secara positif.
Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, terdapat peningkatan aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI. Mulai pekan ini, BI menggandakan lelang SRBI dari sepekan sekali menjadi dua kali.
Selain itu, aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN. "Terutama pada tenor pendek dan menengah," ujar Denny melalui siaran pers, Jumat (12/6).
Sejalan dengan perkembangan tersebut, BI menegaskan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus mengalami penguatan.
Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, kurs USD di level Rp17.928. "Jadi, kembali berada di bawah level Rp18.000," imbuh Denny.
Bersamaan dengan itu, BI akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik. Bank sentral itu juga berkomitmen untuk terus menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing.
"Bank Indonsia akan mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi NDF (non-deliverable forward) di pasar offshore dan transaksi spot DNDF (domestic non-deliverable forward) secara konsisten dan terukur," imbu Denny.(rom/jpnn)







































