Soroti Aksi Tolak Kenaikan Pertamax, Ongen: Mahasiswa Membela Siapa?

2 days ago 30

 Mahasiswa Membela Siapa?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pakar Maritim Dr. Y. Paonganan atau Ongen. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Aktivis 98 sekaligus pakar maritim, Yulian Paonganan atau Ongen, mengkritik aksi mahasiswa yang memprotes kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax.

Menurutnya, demonstrasi tersebut menunjukkan adanya pergeseran orientasi gerakan mahasiswa dari membela masyarakat kecil menjadi memperjuangkan kepentingan kelompok yang lebih mampu secara ekonomi.

Ongen menilai publik perlu melihat persoalan kenaikan harga BBM secara objektif. Dia menegaskan bahwa yang mengalami penyesuaian harga adalah Pertamax sebagai BBM non-subsidi, sedangkan Pertalite yang digunakan mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah tidak mengalami kenaikan.

Menurut dia, fakta tersebut seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum mahasiswa memutuskan turun ke jalan.

Ongen mempertanyakan alasan aksi yang berfokus pada penurunan harga Pertamax, sementara perlindungan terhadap pengguna BBM subsidi tetap dipertahankan pemerintah.

“Yang naik itu Pertamax, BBM non-subsidi. Yang dipakai rakyat kecil, Pertalite, tidak naik. Kalau mahasiswa demo karena Pertamax naik, lalu yang sedang dibela sebenarnya siapa?” ujar Ongen kepada wartawan, Jumat (12/6).

Dia menilai karakter gerakan mahasiswa saat ini berbeda dengan gerakan pada era 1990-an. Menurutnya, mahasiswa pada masa reformasi turun ke jalan karena persoalan yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat luas, seperti krisis ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, pengangguran, dan ketidakadilan sosial.

Ongen mengatakan perjuangan mahasiswa pada masa itu berorientasi pada kepentingan rakyat banyak. Karena itu, ia mempertanyakan relevansi aksi demonstrasi yang berfokus pada kenaikan harga BBM non-subsidi.

Aktivis 98 Ongen menilai aksi mahasiswa menolak kenaikan Pertamax justru membela kepentingan kalangan mampu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |