jpnn.com, TANGSEL - Kadiskominfo Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) TB Asep Nurdin menyebut pihaiknya ingin program literasi teknologi tidak berjalan secara eksklusif di ruang birokrasi, melainkan tumbuh dari akar rumput seperti rumah ibadah.
Hal demikian dikatakan dia menanggapi rencana peluncuran program GPS Digital Academy & Innovation Center.
"Transformasi digital di Tangsel kini diarahkan untuk lebih membumi, bergerak dari masjid menuju integrasi kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan," kata Asep kepada awak media dikutip Kamis (25/6).
Diketahui, GPS Digital Academy & Innovation Center ialah wadah pelatihan digital gratis bagi remaja masjid hasil kerja sama Gerakan Pejuang Shubuh (GPS) dan Diskominfo Tangsel.
Menurut Asep, program GPS Digital Academy menjadi tanda fasilitas publik dan komunitas bisa sinkron dengan arah pembangunan transformasi digital kota.
"Kami menyambut baik inisiatif dari GPS Tangsel. Bagi kami di Diskominfo, masjid adalah simpul sosial yang sangat strategis," ujar Asep.
Dia mengatakan keterlibatan Pemkot Tangsel dalam program GPS Digital Academy bukan sekadar bentuk dukungan seremonial, melainkan langkah strategis mencetak talenta muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi mutakhir.
Menanggapi rencana pemanfaatan ruang kolaborasi atau coworking space untuk program, Asep menjelaskan bahwa Diskominfo akan memfasilitasi akses infrastruktur jaringan dan integrasi dengan ruang publik yang dimiliki Pemkot Tangsel.









































