jatim.jpnn.com, JEMBER - Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jember menemukan adanya ketidaksesuaian distribusi menu di sejumlah sekolah setelah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (30/1).
Satgas MBG yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman didampingi Asisten II Ratno C Sembodo serta unsur Muspika Sumbersari melakukan sidak di SPPG Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari.
"Menyusul ramai perbincangan warganet mengenai menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar kebutuhan nutrisi, kami turun langsung melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPPG," kata Helmi.
Tim Satgas menelusuri seluruh tahapan operasional dapur, mulai dari penyimpanan bahan pangan, proses pengolahan makanan, hingga sistem pencucian dan sanitasi ompreng, untuk memastikan hak gizi anak-anak tetap terpenuhi.
"Informasi yang beredar menyebutkan adanya menu yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak, bahkan hanya berisi satu tusuk sate dan lontong. Itu menjadi koreksi dari masyarakat," ujarnya.
Helmi menjelaskan inspeksi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Jember Muhammad Fawait selaku Pembina Satgas MBG, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keresahan publik.
Dari hasil pemeriksaan, Satgas MBG menemukan adanya ketidaksesuaian distribusi menu di beberapa sekolah, terutama pada jenjang taman kanak-kanak (TK).
"Menu yang seharusnya terdiri atas tiga tusuk sate, dalam praktiknya hanya satu tusuk sate yang sampai ke anak-anak. Itu murni kesalahan koordinasi internal. kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan langsung memberikan pembinaan kepada SPPG agar ke depan standar operasional prosedur benar-benar dijalankan," TUTUR Helmi.









































