jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa penanaman nilai budaya, moral, dan kebangsaan pada generasi muda menjadi fondasi mutlak dalam mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh.
"Peradaban besar ditopang oleh pengetahuan dan dipertahankan oleh karakter. Karena itu, tugas kita hari ini adalah fokus membangun karakter dan mengusung kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu," kata Bima saat menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Jakarta, Sabtu.
Bima mengatakan kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang kuat.
Menurut dia, tantangan pembentukan karakter semakin besar seiring perkembangan media sosial yang memungkinkan penyebaran informasi berlangsung cepat tanpa selalu diiringi proses verifikasi.
Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, etika, dan kebijaksanaan agar mampu menyaring informasi serta tetap berpegang pada kebenaran.
Bima menilai upaya menyiapkan generasi penerus bangsa tidak cukup hanya melalui pendidikan formal dan peningkatan kompetensi. Karakter dan integritas, kata dia, harus berjalan beriringan dengan kecerdasan agar mampu melahirkan pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Bima juga mengajak generasi muda memiliki wawasan global tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas kebangsaan.
"Melayu itu kosmopolitan. Menjejak bumi Melayu, berpijak di bumi Nusantara, dan menatap dunia. Itulah para pendiri bangsa kita. Mereka berangkat dari budaya lokal, berpikir dalam bingkai nasional, dan berkiprah di tingkat global," ujarnya.







































