jpnn.com, JAKARTA - Senator atau Anggota DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Paul Liyanto menilai program Makan Bergizi Gratis (MB) adalah program yang baik.
Namun, kata Senator Abraham, program itu tidak tepat sasaran.
“Dari segi ide dan gagasan, program itu bagus sekali. Di beberapa negara, program itu sukses, tetapi saya melihat program itu tidak tepat sasaran. Ada banyak masalah di lapangan. Makanya masyarakat cenderung nyinyir,” kata Abraham di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Anggota Komite I DPD RI ini menyebut program itu bagus karena tujuannya untuk meningkatkan gizi bagi masyarakat Indonesia, terutama anak sekolah. Program itu juga bisa menciptakan lapangan kerja di masyarakat.
“Kita sepakat bahwa gizi yang baik akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Gizi yang baik akan membuat anak sekolah menjadi pintar dan mampu berinovasi,” ungkap Abraham.
Namun, program itu tidak tepat sasaran karena tidak ada skala prioritas. Seharusnya, program tersebut diprioritaskan untuk provinsi-provinsi miskin dan yang sangat membutuhkan seperti NTT, Papua, Maluku.
Dia mengangkat adanya anak SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, hanya karena tidak dapat membeli buku dan pena.
Anehnya, di sekolah anak yang bunuh diri itu, belum ada program MBG.










































