jpnn.com - Hari ini dokter ahli saraf kumpul di Surabaya. Salah satu acaranya simposium hubungan stemcell dengan keahlian mereka. Pembicaranya dari Ukraina.
Saya makan malam dengan dua wanita Ukraina itu tadi malam. Yang satu akan bicara soal pengaruh stemcell pada penyakit-penyakit saraf seperti parkinson, alzeimer, autis dan pertumbuhan berpikir anak yang lambat, satunya akan bicara soal latar belakang kemajuan ilmu stemcell di Ukraina.

"Saya lahir dua tahun setelah meledaknya reaktor nuklir Chernobyl," ujar Maryna Kryshtun. Maryna banyak mendalami hubungan bencana Chernobyl dengan kemajuan dunia stemcell di Ukraina. "Bencana Chernobyl membuat begitu banyak orang Ukraina terkena radiasi. Maka ahli-ahli kedokteran di Ukraina melakukan banyak penelitian apa yang bisa menyembuhkan para korban," ujar Maryna.
Maryna sendiri lahir di daerah yang jauh dari Chernobyl. Sekitar 500 km di arah barat. Keluarga mereka selamat antara lain karena arah angin tidak ke barat. Justru Kiev, ibu kota Ukraina yang dekat Chernobyl: hanya 100 km.
Salah satu akibat terkena radiasi nuklir adalah rusaknya sumsum tulang belakang. Padahal di situlah darah diproduksi. Saat itu ilmu Stemcell sudah lahir. Tapi yang tahu masih sangat terbatas. Perintisnya adalah ilmuwan Amerika, E Donnall Thomas yang menemukan ilmu transplantasi sumsum tulang belakang. Berkat penemuannya itu Donnall Thomas mendapat hadiah Nobel tahun 1990.
Dari situlah lahir ilmu stemcell. Ukraina --saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet-- harus memikirkan rehabilitasi korban Chernobyl.
Memang hanya dua orang meninggal langsung akibat Chernobyl, tapi lebih 4.000 orang meninggal pelan-pelan setelahnya. Bahkan ratusan ribu orang yang terganggu kesehatan mereka.

.jpeg)





































