jpnn.com, PALEMBANG - Suasana haru menyelimuti kediaman mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Rabu (25/2/2026) malam.
Kota Palembang seolah tertunduk lesu melepas kepergian sang pelopor sekolah dan berobat gratis tersebut.
Kesedihan yang mendalam juga turut dirasakan dari deretan karangan bunga yang kini memenuhi halaman hingga jalanan di sekitar rumah duka, menjadi saksi bisu penghormatan terakhir bagi sang putra daerah terbaik.
Di antara riuhnya pelayat yang datang dengan mata berkaca-kaca, tampak karangan bunga besar Wali Kota Palembang Ratu Dewa pesan singkat bertuliskan "Turut Berduka Cita atas Wafatnya H. Alex Noerdin Bin H.Noerdin Pandji" menjadi simbol duka mendalami dari orang nomor satu di Palembang tersebut.
Tak jauh dari sana, karangan bunga dari Gubernur Sumsel Herman Deru juga turut berdiri tegak, menyiratkan rasa kehilangan yang besar atas berpulangnya sosok yang pernah menakhkodai Sumatera Selatan selama satu dekade tersebut (2008-2018).
Kehadiran ucapan dari para tokoh ini buka sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas dedikasi tanpa lelah yang telah diberikan almarhum semasa hidup.
Kepergian Alex Noerdin meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Sumsel.
Semasa hidupnya dia dikenal sebagai 'arsitek pembangunan' yang berhasil membawa nama Sumatera Selatan melambung hingga ke kancah internasional.











































