Prabowo Sudah 5 Kali Reshuffle, Pakar Khawatir Ritme Kerja Birokrasi Terganggu

3 hours ago 17

Prabowo Sudah 5 Kali Reshuffle, Pakar Khawatir Ritme Kerja Birokrasi Terganggu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Enam pejabat saat dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, para Senin (27/4). Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Rekor perombakan kabinet (reshuffle) sebanyak lima kali dalam kurun waktu 1,5 tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi sinyal belum solidnya kinerja tim eksekutif dalam menopang agenda besar pemerintah.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif SCL Taktika, Iqbal Themi, menyebut publik kini mulai mempertanyakan efektivitas kerja para pembantu Presiden dalam menerjemahkan janji-janji strategis pemerintah.

Menurut Iqbal, salah satu indikator utama belum optimalnya kinerja tim terlihat dari energi pemerintahan yang lebih banyak terserap pada konsolidasi internal.

“Jika energi pemerintahan terus habis untuk konsolidasi internal, publik akan membaca bahwa Presiden belum menemukan ‘Tim Becus’ yang benar-benar mampu langsung berlari mengikuti ritme kerja pemerintahannya,” tegas Iqbal Themi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4).

Ia menilai bahwa pola perombakan yang berulang juga mencerminkan belum stabilnya proses pembentukan tim kerja yang efektif.

“Pola bongkar pasang kabinet yang terjadi secara intens dalam waktu singkat ini menegaskan bahwa proses pembentukan tim masih berada dalam fase trial and error. Presiden seperti melakukan eksperimen formasi di tengah situasi yang sangat krusial. Dampaknya, konsolidasi kinerja belum mencapai titik stabil,” urainya.

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa ketidakstabilan komposisi tim ini berdampak langsung pada lemahnya konsistensi implementasi kebijakan di level birokrasi.

“Frekuensi kocok ulang kabinet ini membuat birokrasi tidak memiliki cukup waktu untuk membangun konsistensi implementasi kebijakan. Dalam konteks ini, negara berisiko mengalami gangguan pada policy continuity,” jelasnya.

Dalam kurun waktu 1,5 tahun masa pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto sudah 5 kali melakukan perombakan kabinet alias reshuffle

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |