jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengajukan kebutuhan formasi guru ASN untuk CASN 2026. Jumlah kebutuhan formasi yang diajukan itu cukup besar.
Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani, formasi CASN 2026 yang diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebanyak 400 ribu.
"Kami, sih, maunya formasi 400 ribu itu guru CPNS, ya, tetapi tergantung keputusan KemenPAN-RB juga berapa banyak yang disetujui," kata Dirjen Nunuk kepada JPNN, Senin (28/4).
Menurut dia, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sangat mengharapkan formasi guru CASN adalah PNS. Guru harus punya status jelas dan bukan kontrak.
Dirjen Nunuk mengungkapkan bahwa untuk menutupi kekurangan guru, Kemendikdasmen sudah berupaya maksimal. Salah satunya melalui rekrutmen 1 juta guru PPPK.
Hanya saja, dalam perkembangannya terdapat fakta bahwa ada guru PPPK itu tidak diperpanjang kontraknya karena pemerintah daerah beralasan dananya terbatas.
"Kemendikdasmen khususnya Pak Menteri berkali-kali mengimbau pemda agar tidak memberhentikan guru PPPK," ucapnya.
Di sisi lain, Kemendikdasmen masih dihadapkan dengan masalah guru non-ASN alias honorer. Tercatat, per 30 Desember 2025, saat ini jumlah guru honorer yang tersisa sebanyak 237.196 orang.









































