jpnn.com, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengalihfungsikan momentum Pameran Pembangunan NTT 2026 sebagai wadah penggalangan bantuan dan aksi gotong royong untuk membantu warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores.
"Kami ingin buktikan bahwa dari pameran pembangunan ini tetap lahir kepedulian dan gotong royong kita untuk menangani bencana dengan baik," katanya di Kupang, Sabtu.
Ia mengatakan Pameran Pembangunan NTT 2026 yang berlangsung pada 15-24 Agustus mengusung semangat kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa.
"Di bencana gempa Flores, tema ini kami ambil untuk menjadi tema pameran pembangunan kali ini karena di luar sana banyak orang meminta agar pameran pembangunan ini benar-benar menunjukkan kepedulian konkret bagi gempa Flores," katanya.
Pemerintah Provinsi NTT bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BMKG, Basarnas, SAR, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan dengan baik.
Ia mengatakan pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang dapat membantu masyarakat terdampak gempa.
"Untuk seluruh masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Flores yang membutuhkan makanan, minuman, tenda, selimut dan itu tidak cukup disediakan oleh pemerintah karena berbagai hal, silakan untuk bisa berkoordinasi dengan toko, kios yang ada di seluruh daerah Tanah Flores yang terdampak bencana," katanya.
Ia menyampaikan kebutuhan masyarakat yang diambil dari toko dan kios tersebut akan dihitung dan dibayarkan oleh pemerintah sebagai bagian dari komitmen penanganan gempa Flores.









































