Prabowo kepada Pimpinan Danantara: Sasaranmu Masih Jauh

5 hours ago 22

 Sasaranmu Masih Jauh

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Presiden Prabowo mengatakan Danantara memiliki Return on Assets (ROA) yang telah meningkat hingga 300 persen sepanjang tahun 2025. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.

jpnn.com - Presiden Prabowo Subianto mengkritik adanya aturan yang menghambat audit untuk cucu perusahaan pelat merah, sementara BUMN induknya dapat diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Di hadapan para pejabat negara dan petinggi Danantara, Presiden Prabowo juga mengungkap rasa herannya ada satu entitas perusahaan negara yang memiliki total ratusan anak perusahaan dan cucu perusahaan.

"Ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi, kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan (BUMN) ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" kata Prabowo saat HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Presiden meyakini konsolidasi BUMN melalui Danantara menjadi keputusan yang tepat agar mencegah adanya penyimpangan-penyimpangan dan potensi kebocoran kekayaan negara.

"Premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen," ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan pendapatnya mengenai tata kelola perusahaan yang baik bersumber pada hati yang bersih.

"Saya yakin dan percaya, kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa," kata Presiden Prabowo kepada jajarannya terutama yang duduk sebagai petinggi-petinggi Danantara.

Presiden juga mengingatkan capaian yang telah ditorehkan oleh Danantara dalam periode satu tahun terakhir masih belum cukup.

Presiden Prabowo menyebut , jika return on asset Danantara ditargetkan 5 persen, maka harus menyetor setidaknya Rp 800 triliun ke negara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |