Potensi Hujan Ringan Terjadi di Jawa Tengah Selatan

4 hours ago 21

Jumat, 24 Juli 2026 – 10:45 WIB

Potensi Hujan Ringan Terjadi di Jawa Tengah Selatan - JPNN.com Jateng

Cuaca di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026), terlihat mendung dan di sebagian wilayah terjadi hujan. ANTARA/Sumarwoto

jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah bagian selatan meski saat ini telah memasuki musim kemarau.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi faktor lokal, terutama meningkatnya kelembapan udara di lapisan atas atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan.

"Berdasarkan pantauan data curah hujan selama tiga hari terakhir, di Cilacap tercatat 0,2 milimeter, sedangkan di Banyumas hujan tidak terukur. Keduanya masih masuk kategori hujan sangat ringan," kata Teguh di Cilacap, Jumat (24/7).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah di Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan ringan meski intensitasnya rendah dan tidak terjadi secara merata.

Kendati demikian, berdasarkan analisis atmosfer terkini, cuaca di wilayah Jawa Tengah bagian selatan dalam beberapa hari ke depan diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan.

"Masyarakat tetap kami imbau memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah secara dinamis. Pada musim kemarau pun masih memungkinkan muncul hujan akibat faktor lokal," ujarnya.

Teguh berharap informasi prakiraan cuaca dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas, terutama bagi nelayan, petani, dan pengguna jasa transportasi agar lebih aman.

Sementara itu, hujan memang masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas dalam dua hari terakhir.

Meski musim kemarau telah berlangsung, sejumlah wilayah di Banyumas dan Cilacap masih diguyur hujan. BMKG menjelaskan fenomena itu dipicu faktor lokal di atmosf

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |