PHK hingga Daya Beli Melemah, Untag Surabaya Sebut Pemikiran Bung Karno Masih Relevan

4 hours ago 14

Rabu, 10 Juni 2026 – 20:32 WIB

PHK hingga Daya Beli Melemah, Untag Surabaya Sebut Pemikiran Bung Karno Masih Relevan - JPNN.com Jatim

Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat. Foto: Humas Untag Surabaya

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menjelang peringatan wafat Presiden pertama Republik Indonesia Bung Karno pada 21 Juni, pemikiran Sang Proklamator kembali menjadi sorotan.

Di tengah tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), melemahnya daya beli masyarakat, hingga kesenjangan sosial, gagasan Bung Karno dinilai masih relevan sebagai pijakan pembangunan Indonesia.

Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat mengatakan peringatan wafat Bung Karno seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan pendiri bangsa tersebut.

"Setiap 21 Juni kita bukan hanya mengenang wafatnya Bung Karno, tetapi juga merefleksikan apakah cita-cita kemerdekaan yang beliau perjuangkan sudah benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Pertanyaan itu masih sangat relevan hingga hari ini," kata Supangat, Rabu (10/6).

Menurut dia, Bung Karno sejak awal memandang kemerdekaan bukan sebagai tujuan akhir.

Melalui berbagai karya pemikirannya, seperti Di Bawah Bendera Revolusi, Indonesia Menggugat, hingga pidato Lahirnya Pancasila, Bung Karno menempatkan kemerdekaan sebagai "jembatan emas" menuju masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat.

"Beliau tidak pernah memaknai kemerdekaan hanya sebagai terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan harus mampu menghadirkan kesejahteraan, keadilan, dan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat," ujarnya.

Supangat menilai konsep Marhaen yang diperkenalkan Bung Karno pada era 1930-an masih dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat modern.

Wakil Rektor Untag Surabaya menilai pemikiran Bung Karno tentang keadilan sosial, Marhaenisme, dan ekonomi kerakyatan masih relevan menjawab tantangan Indonesia

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |