Permintaan Meningkat, Sindikat Perdagangan Bayi Menyasar Keluarga Miskin di Indonesia

7 hours ago 21

Permintaan Meningkat, Sindikat Perdagangan Bayi Menyasar Keluarga Miskin di Indonesia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dewi menghubungi pihak berwenang mengenai bayi laki-lakinya setelah ia berubah pikiran tentang adopsi anaknya. (ABC News: Tim Swanston)

Komisaris Perlindungan Anak Indonesia menggambarkan kasus perdagangan bayi yang baru saja terbongkar  hanyalah "puncak gunung es", setelah 19 warga Indonesia mendapat hukuman penjara awal pekan ini.

Selasa kemarin (21/07), Lie Siu Luan yang berusia 70 tahun dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara atas perannya sebagai pemimpin kelompok berjumlah 19 orang yang menjadi sindikat adopsi perdagangan bayi.

Setidaknya 28 bayi diperdagangkan, kebanyakan untuk diadopsi oleh orangtua di Singapura.

Di pengadilan jaksa penuntut mengatakan Lie diminta untuk mencari bayi oleh seorang pria Singapura yang menawarkan sekitar AU$20.000 per anak.

Mereka menuduh ia menerima tawaran tersebut dan menggunakan jaringannya untuk menemukan laki-laki dan perempuan muda.

Jaksa penuntut mengatakan mereka yang rentan menjadi sasaran adalah ibu-ibu muda di seluruh Jawa Barat, yang oleh anggota sindikat ditawari uang sebagai imbalan untuk bayi mereka yang baru lahir.

Para pengasuh dibayar upah bulanan untuk merawat bayi-bayi tersebut, sementara anggota sindikat memalsukan akta kelahiran bayi dan memalsukan dokumen untuk mendapatkan paspor.

Beberapa anggota sindikat berpura-pura menjadi orangtua palsu, menemani bayi-bayi ke Singapura untuk diadopsi.

Polisi Indonesia semakin sering membongkar perdagangan bayi dan jaringan adopsi ilegal

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |