Perang Jadi Momentum Bauran Energi

3 hours ago 14

Oleh: Salamuddin Daeng - Aktivis 98 Resolusion Network sekaligus Ekonom

Perang Jadi Momentum Bauran Energi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Aktivis 98 Resolusion Network sekaligus Ekonom Salamuddin Daeng. Foto: Cource for JPNN.com

jpnn.com - Perang antara Amerika Serikat-Israel vs Iran sebetulnya tidak akan menggangu pasokan energi nasional, namun gangguan pada stabilitas harga minyak pasti akan terjadi.

Keadaan ini kemungkinan besar akan menggangu ekonomi nasional dan menggangu ketahanan fiskal atau APBN.

Mengapa? Pertama, sebagian besar minyak nasional dipasok dari impor BBM impor dan minyak mentah atau crude oil. Sekitar 900 ribu barel - 1 juta barel per hari Indonesia impor minyak.

Kedua, sebanyak 80 persen Liquid Petroleum. Gas (LPG) dipasok dari impor. Kebutuhan LPG mencapai 8-9 juta ton setahun.

Selanjutnya hal di atas akan berdampak pada dua hal. Pertama, terganggunya neraca perdagangan dan tergerusnya cadangan devisa untuk membiayai impor. Total nilai impor minyak Indonesia mencapai 33 miliar USD.

Kedua, makin membengkanya subsidi BBM dan subsidi untuk 90 persen LPG yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Subsidi LPG nasional dapat mencapai Rp 80 triliun setahun.

Sebetulnya perang yang terjadi sekarang mengajarkan bangsa Indonesia dalam mengelolah kebutuhan BBM dan LPG dan melatih Pemerintah Indonesia terkait kebijakan energi secara keseluruhan terkait usaha mengurangi ketergantungan pada BBM dan LPG.

Bagi masyarakat langkah yang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan bauran energi baik untuk kebutuhan rumah tangga, industri kecil menengah yang dikerjakan masyarakat, dan bauran kebutuhan transportasi.

Perang Amerika Serikat-Israel vs Iran tidak akan menggangu pasokan energi nasional, namun gangguan pada stabilitas harga minyak pasti akan terjadi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |