jpnn.com, JAKARTA - Polri terus berupaya mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa tim khusus yang dibentuknya tengah melakukan pendalaman intensif terhadap puluhan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
"Polri masih melakukan pendalaman. Kemarin sudah dipaparkan hingga 81 rekaman CCTV, dan saat ini itu sedang dilakukan pendalaman," kata Listyo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/3).
Menurutnya, penyidik tidak hanya mengandalkan rekaman CCTV semata, berbagai sumber informasi dan alat bukti lainnya terus dikumpulkan untuk merangkai kepingan fakta.
"Yang jelas tentunya kami tidak hanya berhenti sampai di situ, namun juga mencari sumber-sumber informasi, alat bukti lain, barang bukti lain yang kemudian semua kita satukan," tegasnya.
Kapolri menargetkan penyelidikan ini bisa mengungkap siapa dalang dan pelaku di balik aksi teror tersebut secara transparan.
"Untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap ataupun paling tidak menjadi terang benderang," imbuhnya.
Saat ini, seluruh anggota tim di lapangan masih bekerja ekstra untuk memburu pelaku yang melarikan diri. Kapolri pun meminta dukungan dari masyarakat agar kasus ini segera tuntas.










































