jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan layanan kesehatan maksimal untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemprov Jatim menyiagakan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional, dan 2.852 driver ambulans di berbagai posko, rumah sakit, dan titik rawan kemacetan di seluruh wilayah.
Langkah ini dilakukan mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat. Berdasarkan proyeksi, 24,9 juta pemudik akan memasuki Jawa Timur pada puncak arus mudik 17–18 Maret 2026, sedangkan arus balik diperkirakan berlangsung 27 Maret 2026.
Khofifah menegaskan kesiapan medis menjadi salah satu prioritas utama agar masyarakat mendapat pelayanan cepat dan aman.
"Selain menyiagakan tenaga medis, kami juga memetakan rumah sakit rujukan dan menyiapkan public safety center di 119. Semua ini agar ketika terjadi kondisi darurat, layanan kesehatan dapat langsung diakses,” ujar Khofifah saat Rakor Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Surabaya, Senin (9/3).
Persiapan layanan kesehatan ini bagian dari langkah antisipatif Pemprov Jatim dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, yang juga meliputi koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BPJS Kesehatan, Pertamina, BMKG, dan PVMBG.
Pemprov menyiapkan posko kesehatan di jalur utama mudik, titik wisata, serta area pelabuhan dan terminal transportasi.
Selain kesiapan medis, Pemprov Jatim juga menyiapkan transportasi dan sarana pendukung arus mudik.







































