jpnn.com -
Tidak ada yang benar-benar netral saat berbicara tentang Papua.
Bagi sebagian orang, ia adalah pangkuan Ibu Pertiwi yang sedang berjuang keluar dari keterbelakangan.
Bagi yang lain, ia adalah luka sejarah yang tak kunjung usai.
Namun, satu hal yang pasti: Papua bukan sekadar titik di pinggir peta Indonesia.
Ia adalah arena tempat makna-makna besar bertarung—kedaulatan versus kemanusiaan, legalitas versus legitimasi, pembangunan versus pengakuan.
Pertanyaannya, bagaimana semua ini bisa menjadi tontonan dunia?
Dan, siapa sesungguhnya yang paling berpengaruh dalam membentuk cara global memandang Bumi Cenderawasih?







































