Papua: Perang Narasi Abadi

2 days ago 30

Oleh: Laurens Ikinia - Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen HubunganInternasional UKI Jakarta

 Perang Narasi Abadi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti di Institute of Pacific Studies dan Dosen HubunganInternasional UKI Jakarta Laurens Ikinia. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com -  

Tidak ada yang benar-benar netral saat berbicara tentang Papua.

Bagi sebagian orang, ia adalah pangkuan Ibu Pertiwi yang sedang berjuang keluar dari keterbelakangan.

Bagi yang lain, ia adalah luka sejarah yang tak kunjung usai.

Namun, satu hal yang pasti: Papua bukan sekadar titik di pinggir peta Indonesia.

Ia adalah arena tempat makna-makna besar bertarung—kedaulatan versus kemanusiaan, legalitas versus legitimasi, pembangunan versus pengakuan.

Pertanyaannya, bagaimana semua ini bisa menjadi tontonan dunia?

Dan, siapa sesungguhnya yang paling berpengaruh dalam membentuk cara global memandang Bumi Cenderawasih?

Penyelesaian persoalan Papua membutuhkan pendekatan dialogis, penghormatan terhadap kemanusiaan, dan kesediaan semua pihak untuk sungguh-sungguh mendengarkan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |