Pantauan Hilal Ramadan di Surabaya, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk

3 hours ago 19

Selasa, 17 Februari 2026 – 19:07 WIB

Pantauan Hilal Ramadan di Surabaya, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk - JPNN.com Jatim

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya memastikan posisi hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Surabaya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam sehingga mustahil dapat terlihat. Foto: Ardini Pramitha/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya memastikan posisi hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Surabaya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam sehingga mustahil dapat terlihat.

Ketua Program Studi Ilmu Falak UINSA, Siti Tatmainul Qulub, mengatakan pemantauan hilal yang dilakukan Selasa (17/2) merupakan agenda rutin tahunan Fakultas Syariah dan Hukum UINSA dalam rangka penentuan awal bulan Qomariah.

“Kegiatan kami diawali dengan kajian penentuan awal bulan sejak pukul 13.00 hingga 15.30 WIB bersama mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan dan pengarahan alat pemantauan hilal,” ujarnya.

Berdasarkan hasil hisab, Siti menjelaskan posisi hilal di Surabaya masih berada di minus 1 derajat 16 menit dengan elongasi sekitar 1 derajat 13 menit. Angka tersebut belum memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

“Secara hisab, hilal hari ini terbenam lebih dulu daripada matahari dan belum terjadi ijtimak. Artinya, secara ilmiah dan faktual memang mustahil untuk dilihat,” jelasnya.

Pemantauan hilal di UINSA dilakukan mulai waktu matahari terbenam pukul 17.53 WIB hingga sekitar pukul 18.30 WIB dengan menggunakan delapan alat, terdiri dari teleskop robotik, teleskop manual, teodolit, dan binokuler.

Meski hilal dipastikan tidak terlihat, rukyatul hilal tetap dilakukan karena bertepatan dengan tanggal 29 Sya’ban sebagai penentu apakah bulan berjalan digenapkan 30 hari atau langsung memasuki 1 Ramadan.

“Rukyat ini penting untuk mengonfirmasi kesesuaian data hisab dengan kondisi faktual di lapangan. Hasil pengamatan akan tetap dilaporkan sebagai bagian dari bahan Sidang Isbat,” kata Siti.

Rukyatul hilal di Surabaya tidak terlihat, awal Ramadan 2026 berpotensi jatuh pada Kamis.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |