Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Nias dan Sekitarnya, Nelayan Sumut Diminta Waspada

3 hours ago 23

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Nias dan Sekitarnya, Nelayan Sumut Diminta Waspada

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sinoptik kondisi sejumlah perairan di Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan .ANTARA/HO-BMKG

jpnn.com, MEDAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi para nelayan dan pemangku kepentingan maritim untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara (Sumut).

Fenomena ini diprediksi berlangsung selama tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Marpaung mengatakan gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di Perairan Barat Sumatra Utara, Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.

"Gelombang setinggi 1.25-2.5 Meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan di Sumatera Utara pada 18-20 Februari 2026," kata Christen di Medan, Selasa.

Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran bagi perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot tinggi gelombang mencapai 1.25 Meter, demikian juga dengan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang menc??ai 1.5 Meter.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot.

Disebutkan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam beberapa hari terakhir di sebagian besar wilayah Sumatera Utara, disebabkan adanya konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Utara akibat adanya Sirkulasi siklonik (eddy) di Perairan Kalimantan dan Samudera Hindia barat Aceh, serta adanya sistem tekanan rendah (Low) di Samudera Hindia Barat daya Pulau Sumatera.

Hal ini menyebabkan terjadi perlambatan dan penumpukan massa udara di wilayah Sumatera Utara.

BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi para nelayan dan pemangku kepentingan maritim untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumut.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |