jateng.jpnn.com, KABUPATEN SEMARANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas ke berbagai daerah. Kali ini, sosialisasi digelar di Balai Desa Bejaten, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2), dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Kegiatan yang diinisiasi Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut tidak hanya membahas pentingnya pemenuhan gizi, tetapi juga menekankan dampak sosial dan ekonomi dari program nasional itu.
Anggota Komisi IX DPR RI H. Muh Haris yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa MBG merupakan langkah strategis negara untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, program ini tidak sekadar membagikan makanan, tetapi juga bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi sejak dini.
“Program MBG diarahkan untuk meningkatkan asupan gizi, memperluas akses makanan sehat, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal,” kata Muh Haris.
Dia menjelaskan pelaksanaan program juga melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam rantai pasok, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku usaha pangan lokal. Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa.
“Kebermanfaatannya tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Muh Haris juga menekankan pentingnya penerapan Pedoman Gizi Seimbang. Pendekatan tersebut mencakup konsumsi makanan beragam sesuai konsep “Isi Piringku”, perilaku hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan berat badan secara berkala.








































