Oh, Ternyata RI Belum Dapat Pasokan Impor BBM dari AS

6 hours ago 15

Oh, Ternyata RI Belum Dapat Pasokan Impor BBM dari AS

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi kilang minyak lepas pantai. Ilustrasi Foto: Reuters

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan rencana pengalihan impor energi dari luar kawasan Timur Tengah masih dalam tahap negosiasi.

Yuliot menyebut salah satu negara yang sedang dijajaki adalah Amerika Serikat (AS) melalui kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART).

“Kami akan menambah impor dari Amerika. Dari sana kita bisa melihat operator-operator minyak besar seperti Exxon Mobil dan Chevron yang beroperasi secara global. Kami berharap mereka bisa memasok kebutuhan BBM, baik dalam bentuk crude atau minyak mentah maupun BBM jadi,” ujar dia dikutip Selasa (17/3).

Meski demikian, Yuliot menyampaikan rencana impor energi tersebut masih dinegosiasikan dan belum ada kesepakatan, baik dengan AS maupun calon negara pemasok lainnya.

“Belum. Saat ini masih tahap penyelesaian negosiasi, termasuk negara suplainya dari mana,” katanya.

Menurutnya, impor dari luar kawasan Timur Tengah menjadi opsi pemerintah untuk menjaga pasokan energi setelah suplai global terganggu akibat ketegangan geopolitik.

Dia menyebut sekitar 20 persen kebutuhan BBM dalam negeri dipasok dari Arab Saudi melalui jalur Selat Hormuz, yang saat ini masih terpengaruh konflik antara AS–Israel dan Iran.

Pemerintah pun mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan negara lain. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan rencana pengalihan impor energi dari luar kawasan Timur Tengah masih dalam tahap n

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |