jpnn.com, JAKARTA - Akses terhadap pelatihan keterampilan dan peluang ekonomi yang setara masih menjadi tantangan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Tidak hanya dalam memasuki dunia kerja formal, sebagian penyandang disabilitas juga menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan, pelatihan pengembanga kapasitas, serta dukungan untuk membangun kemandirian ekonomi.
Melihat tantangan tersebut, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menghadirkan program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi) sebagai pengembangan program CSR unggulan Perseroan, yaitu Life Skill Training Center (LSTC).
LSTC merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi MPMX yang telah berjalan sejak 2015 melalui pemberian skill yang berkaitan dengan keahlian bisnis perusahaan.
Pada awal pelaksanaannya, LSTC diinisiasi sebagai respons atas kebutuhan akan mekanik, kemudian terus berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi di MPMRent.
Seiring waktu, program terus berlanjut dan berkembang dengan bentuk penguatan literasi keuangan dan pengelolaan risiko finansial pribadi dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas, termasuk komunitas pengemudi ojek online, taksi online, dan mahasiswa.
Di tahun ini, MPMX memperluas arah program LSTC dengan menyasar kelompok penyandang disabilitas.
Menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana, program MPM BISA menyasar 30 wirausaha penyandang disabilitas, dari kelompok teman netra dan teman daksa. Para peserta tersebut dipilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara untuk melihat kebutuhan, potensi, serta motivasi mereka dalam mengembangkan usaha.







































