jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Lulusan perguruan tinggi kini tidak lagi cukup hanya mengandalkan ijazah untuk bersaing di dunia kerja.
Perusahaan semakin mengutamakan talenta yang memiliki keterampilan spesifik dan sertifikasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, terutama di bidang digital.
Menjawab tantangan tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan program ITB Continuing Education (ICE) Microcredential sebagai wadah pembelajaran berbasis sertifikasi.
Program ini dirancang untuk mahasiswa, profesional, hingga masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi sesuai perkembangan dunia kerja.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Irwan Meilano mengatakan, kebutuhan industri terhadap keterampilan baru terus meningkat. Bahkan, banyak perusahaan kini lebih menitikberatkan pada kemampuan yang dibuktikan melalui sertifikasi dibanding sekadar gelar akademik.
"Data menunjukkan kebutuhan akan skill baru semakin meningkat. Banyak perusahaan sekarang lebih fokus pada skill dan bukti kompetensi yang terverifikasi, bukan hanya sekadar gelar. Gelar itu hanya menjadi entry level," kata Irwan di Kampus ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Menurut Irwan, perubahan kebutuhan dunia kerja menjadi tantangan besar bagi perguruan tinggi. Berdasarkan berbagai data, hampir 40 persen kebutuhan industri saat ini mengarah pada keterampilan baru yang tidak selalu diperoleh melalui pendidikan formal.
Dia menegaskan, kemampuan berbasis digital kini telah menjadi standar di berbagai sektor industri. Karena itu, perguruan tinggi dituntut mampu menyesuaikan sistem pembelajaran agar lulusannya tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.








































