jpnn.com, JAKARTA - Potensi zakat Indonesia mencapai sekitar Rp 340 triliun, tetapi realisasinya masih sekitar Rp 44 triliun.
Melihat fakta itu, Forum Zakat (FOZ) bersama Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Leaders Talk 2026 di The Tower BSI Gatot Subroto, Rabu (10/6).
Mengusung tema Menguatkan Kolaborasi Zakat Nasional untuk Mewujudkan Indonesia Berdaya, forum itu menjadi momentum menyatukan arah gerakan zakat nasional berbasis kolaborasi dan integrasi.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan bahwa kolaborasi lintas lembaga sangat penting dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional.
“Kolaborasi SDM, jaringan, serta integrasi data muzakki menjadi kunci untuk meningkatkan capaian tersebut,” ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi juga diperkuat melalui sinergi dengan sektor perbankan syariah.
Sodik mengatakan dukungan telah datang dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang berkomitmen dalam mendukung digitalisasi pengelolaan zakat, termasuk pengembangan pusat digital yang dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS daerah dan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ).
“Langkah ini diharapkan mampu memperkuat efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat,” kata dia.







































