LAFKI: Transformasi Kesehatan Tak Cukup di Atas Kertas, Mutu Pelayanan Hal Utama

3 hours ago 15

 Transformasi Kesehatan Tak Cukup di Atas Kertas, Mutu Pelayanan Hal Utama

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

LAFKI mengingatkan bahwa transformasi kesehatan nasional tidak boleh berhenti pada kebijakan, digitalisasi, maupun pemanfaatan AI. Foto": source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) mengingatkan bahwa transformasi kesehatan nasional tidak boleh berhenti pada kebijakan, digitalisasi, maupun pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

Ketua Panitia Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia (PIFKI) IV dan HUT Ke-6 LAFKI, DR. Cashtry Meher, menegaskan keberhasilan transformasi kesehatan harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang bermutu.

"Tantangan terbesarnya bukan bagaimana berubah lebih cepat, tetapi bagaimana memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari perubahan itu."

"Transformasi yang tidak dirasakan pasien hanya akan menjadi perubahan di atas kertas," kata Cashtry pada PIFKI IV dan peringatan HUT Ke-6 LAFKI di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6).

Menurut Cashtry, banyaknya kebijakan maupun teknologi yang diterapkan tidak otomatis menjadi indikator keberhasilan transformasi kesehatan.

Dia menilai ukuran utama keberhasilan tetap terletak pada kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

Dalam forum yang mengangkat tema Transformasi Global Mutu Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal itu, Cashtry juga menyoroti perkembangan AI dan digitalisasi layanan kesehatan.

Menurut dia, kemajuan teknologi harus tetap dibarengi dengan pendekatan yang mengedepankan empati kepada pasien.

LAFKI mengingatkan bahwa transformasi kesehatan nasional tidak boleh berhenti pada kebijakan, digitalisasi, maupun pemanfaatan AI.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |