jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai wajar muncul kritikan terhadap kunjungan kerja Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ke Papua Tengah pada 20-22 April.
Sebab, dia meyakini kunjungan singkat ke Papua tentu tidak akan menyelesaikan persoalan masyarakat setempat.
"Kunjungan semacam itu lebih menonjolkan aspek seremonial daripada pemecahan masalah," kata Jamiluddin melalui layanan pesan, Kamis (23/4).
Pengamat dari Universitas Esa Unggul itu menuturkan Gibran tak akan maksimal bertugas sebagai Ketua Badan Khusus Percepatan Pembangunan Papua (BP3OKP) jika cara kerja kunjungan masih dilakukan.
"Tugas khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan dan menangani persoalan di Papua tidak akan tercapai," ungkapnya.
Dia merasa ragu Gibran bisa memimpin percepatan pembangunan fisik dan infrastruktur di Papua hingga menuntaslam masalah HAM jika Wapres bekerja memakai model singgah.
"Bagaimana mungkin Gibran dapat menangani persoalan HAM dan pendekatan keamanan oleh aparat keamanan bila Papua hanya jadi tempat persinggahan lalu kembali ke Jakarta," ungkap Jamiluddin.
Dia menyarankan putra Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) itu bisa berkantor di Papua demi efektivitas kerja.








































