jpnn.com, SEMARANG - Jarak menuju rumah sakit bukan persoalan sederhana bagi Retno.
Dari Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, perempuan itu harus menempuh perjalanan sekitar 36 kilometer menuju rumah sakit terdekat.
Tinggal di salah satu desa paling timur Kabupaten Wonosobo yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang, akses menuju layanan kesehatan menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika ia dan anaknya membutuhkan penanganan dokter spesialis.
Bagi warga yang memiliki kendaraan, perjalanan tersebut mungkin masih bisa ditempuh. Namun, bagi Retno, keterbatasan transportasi membuat layanan kesehatan spesialis menjadi sesuatu yang tidak mudah dijangkau.
Anaknya mengalami gangguan pembekuan darah di otak dan selama ini harus menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis saraf. Kondisi ekonomi dan tidak adanya kendaraan membuat pengobatan sempat terhenti.
Harapan itu datang ketika Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah digelar di balai desa pada Kamis, 30 Juli 2026. Dokter spesialis dari berbagai bidang hadir memberikan pemeriksaan, konsultasi, hingga pengobatan secara gratis.
Retno menjadi salah satu warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Bukan hanya dirinya yang mendapat pemeriksaan, anaknya pun memperoleh layanan dokter spesialis tanpa harus pergi jauh ke rumah sakit.
"Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi," tuturnya pada Kamis, 30 Juli 2026.









































