jpnn.com - KUPANG – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini, bertambah.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebutkan, jumlah korban meninggal hingga Sabtu sore mencapai 33 orang dan 23 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Melki Laka Lena mengatakan data tersebut hanya data sementara dan saat ini masih terus dilakukan pendataan.
"Itu hanya data sementara. Saat ini masih terus dilakukan pendataan," katanya di Maumere, Sabtu.
Dia menjelaskan dari 33 korban meninggal dunia, masing-masing tercatat tiga orang di Kabupaten Sikka, 1 orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan 1 orang di Manggarai Barat.
Sementara itu, sebanyak 23 orang mengalami luka-luka, terdiri atas 6 orang di Kabupaten Sikka, 13 orang di Ende, dan 4 orang di Manggarai.
“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, juga kerusakan yang terjadi. Kami terus update perkembangannya,” ujar Melki.
Gubernur bersama Forkopimda Provinsi NTT dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan proses evakuasi, penanganan korban, pemenuhan kebutuhan pengungsi, serta pemulihan infrastruktur berjalan cepat dan terpadu.









































